Ragam

GMKI Ambon Kecam Aksi Reprensif Oknum Polisi

AMBON,N25NEWS.COM – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon mengecam tindakan Reprensif Oknum Polisi Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, atas dugaan penganiayaan terhadap kader GMKI Cabang Ambon yang menjadi peserta aksi pada 19 Maret 2019 kemarin.

Pihak GMKI Cabang Ambon sendiri tidak terima aksi brutal dan semena-mena yang dilakukan oknum Sabhara Polres Ambon terhadap anggota GMKI Cabang Ambon dalam aksi
tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, GMKI Cabang Ambon menggelar pers confrence di kedai joas, Rabu (20/03/2019). GMKI melayangkan lima tuntutan mereka agar diketahui masyarakat Maluku atas tindakan yang dinilai memiliki unsur pelanggran Hak Asasi Manusia (HAM) dan pembungkaman hak bicara dalam hal ini menggugurkan Dasar Negara dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Kami sangat kecewa karena aksi demonstrasi menyuarakan hak bicara kami ditanggapi dengan penuh arogansi yang berujung tindakan reprensif pihak Polres Ambon,” kata Ketua Komisariat GMKI Cabang Ambon, Almindes Falentino Syauta.

Menurutnya, dalam aksi GMKI beberapa hari lalu, pihaknya tidak malakukan hal anarkis atau melanggar Undang-Undang. Tidak pula melalukan pengrusakan terhadap fasilitas umum, tidak juga melakukan tindakan pemukulan atau anarkis-anarkis lainnya terhadap setiap orang yang berada di Lokasi aksi tersebut.

“Yang menjadi sorotan kami yang pertama, kenapa kami harus dipukul, kemudian pelecehan terhadap organisasi kami dimana gordom sebagai simbol kebanggaan kami dirampas hingga putus dari badan anggota kami untuk itu kami menuntut ini,” tegas Siyauta.

Ia menjelaskan, Gordom GMKI merupakan harga diri, darah dan jantung mereka, ditambah lagi ada upaya pengoyakan baju kebesaran kami yang dikenakan anggota yang pun berakibatkan memar dan luka pada anggota GMKI.

“Untuk Itu kami punya tuntutan harus dan wajib di penuhi,” tuturnya

Berikut 5 butir tuntutan GMKI Cabang Ambon yang dibacakn ketua cabang :
Pertama, Mengutuk Aksi Keji yang dilakukan oknum Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease Terhadap Kader GMKI yang menjadi peserta aksi.Kedua, Meminta Kapolda Maluku mencopot bahkan bila perlu memecat, Kasat Sabhara Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Ajun Komisaris Polisi Sarifuddin, atas tindakan Amoral yang dilakukan.

Lanjutnya, Ketiga, GMKI Cabang Ambon mengaharapkan tindakan tidak terpuji ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari kepada siapapun elemen masyarakat yang hendak menyuarakan aspirasinya. Keempat, GMKI cabang Ambon menuntut pengembalian nama baik organisasi, kepada pihak-pihak yang telah keliru menyatakan statemen terhadap aksi yang dilakukan tersebut. Dan yang terakhir, GMKI cabang Ambon meminta ganti rugi atas pengrusakan atribut organisasi, serta materil lainnya yang dilakukan oleh oknum kepolisian saat aksi tersebut.

Ditambahkannya, saat ini yang ingin kami sampikan adalah soal harga diri. Setelah selesai Pemilu, jika tidak ada tindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan kami, maka kami akan kerahkan personil sebanyak mungkin untuk menuntut tuntutan kami. “Kami bukan kaleng-kaleng, kami beritelktual,” tutup Siyauta. (dd)

Comment here